Apakah model bisnis sama dengan model pendapatan? Berikut contohnya
Assalamualaikum, Wr. Wb.
Hallo Salam Sejahtera
untuk kita semua. Semoga kita semua dalam keadaan yang sehat dan fit ditengah pandemi
seperti ini dan semoga covid cepat hilang dari bumi ini. Aamiin…
Oiya teman-teman saya
baru memulai membuat blog hehe jadi mohon dimaklumi. Sebelumnya perkenalkan nama
saya Halisyah mahasiswi Insititut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI Kampus Pusat,
jurusan Administrasi Bisnis Internasional. Tujuan saya menulis Blog ini untuk menyelesaikan tugas mata kuliah Model Bisnis.
Tanpa basa-basi lagi
yuk kita masuk ke materi.
Teman-teman tau ga sih
apakah model bisnis sama dengan model pendapatan? Pasti banyak yang gatau ya
wkwk , yuk kita bahas bareng-bareng.
Apa yang dimaksud dengan model
bisnis?
Model bisnis adalah gambaran mengenai bagaimana usaha atau bisnis yang
akan dilakukan. Lingkup product design hingga strategi marketing tiap business
model berbeda satu sama lainnya. Seringkali pemahaman tentang apa
itu model bisnis tumpang tindih dengan pengertian business plan.
Menurut Alexander Osterwalder, Business Model adalah gambaran dasar bagaimana sebuah organisasi
membuat, men-deliver dan menangkap value yang ada. Business Model bersifat seperti blueprint untuk strategi yang akan
diimplementasikan ke seluruh organisasi, proses dan sistem
Komponen dalam Business Model
·
Value proposition: Fitur-fitur yang membuat produk terlihat menarik bagi pelanggan.
·
Target market: Sekelompok konsumen tertentu yang akan tertarik pada produk.
·
Competitive advantage: Fitur unik produk atau layanan yang tidak dapat dengan mudah ditiru
oleh pesaing.
·
Cost structure: Daftar pengeluaran tetap serta variabel yang dibutuhkan bisnis untuk
beroperasi dan bagaimana hal ini memengaruhi penetapan harga.
·
Key metrics: Elemen yang digunakan perusahaan untuk mengukur kesuksesan.
·
Resources: Aset fisik, keuangan, dan intelektual perusahaan.
·
Problem and solution: Masalah yang dimiliki target pelanggan dan bagaimana perusahaan
bermaksud untuk menyelesaikannya.
·
Revenue model: Kerangka kerja yang mengidentifikasi sumber pendapatan yang layak
untuk dikejar.
·
Revenue streams: Berbagai cara agar perusahaan dapat menghasilkan pendapatan.
·
Profit margin: Jumlah pendapatan yang melebihi biaya bisnis.
Manfaat
Business Model
1. Unggul dari kompetitor
Menurut Small Business, manfaat
dari business model adalah dapat membuatmu
unggul dari kompetitor.
Terlebih, apabila
model bisnis yang kamu terapkan terkesan unik dan menarik.
Contoh sederhananya,
kamu menerapkan bisnis online dengan menerapkan metode
pembayaran digital.
Hal ini tentu akan
menjadi poin unggul bagi bisnismu dari kompetitor yang tidak memikirkan hal
tersebut.
2. Menarik perhatian investor
Business model yang bagus otomatis akan
menarik perhatian investor untuk memberikan pendanaan kepada bisnis tersebut.
Investor tidak peduli
bisnis yang kamu jalani baru atau sudah lama. Asalkan mempunyai model bisnis
yang mendapatkan profit banyak, investor tidak akan ragu untuk memberikan dana.
3. Manajemen keuangan yang teratur
Melalui business model,
sebuah perusahaan tentu dapat membuat anggaran yang tepat mengenai proses
produksi, jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan, dan lain-lain.
Dengan demikian,
mereka dapat mengatur keuangan dengan baik. Sebab, kebanyakan bisnis
mengeluarkan uang tanpa dianggarkan, sehingga tidak bertahan lama.
Nah Revenue model atau model pendapatan adalah kerangka kerja yang digunakan untuk memperoleh pendapatan dan meningkatkan investasi. Fungsinya sebagai tampilan tingkat tinggi pada struktur pendapatan bisnis. Sebagian besar kerangka tergantung pada aktivitas dan biaya perusahaan, seperti revenue model dalam e-commerce yang harus sesuai dengan aktivitas e-commerce.
Revenue model membantu perusahaan dalam mempertimbangkan biaya produksi,
pembelian, distribusi, pemasaran, dan lainnya sehingga bisa memperoleh
pendapatan yang sesuai. Beberapa revenue model yang paling banyak diterapkan dalam e-commerce. Yuk, simak selengkapnya :
1. Advertising Revenue Model
Model pendapatan periklanan termasuk model yang paling
banyak digunakan oleh e-commerce. Model ini adalah ketika platform atau website mengizinkan orang
lain untuk memasang iklan dengan biaya tertentu, contohnya YouTube Ads dan Google Ads.
Pendapatan masuk melalui biaya pemasangan
iklan dari customer, konten situs, services draw hits, serta
pemasangan banner berdasarkan CPA atau CPC. Pengiklan bisa
memanfaatkan traffic pengunjung yang memanfaat platform tersebut untuk berbelanja, mencari
produk, melihat iklan, dan dapat mengarah ke situs asli.
2. Subscription Revenue Model
Dalam model pendapatan subscription, pendapatan berasal dari biaya yang dibayar oleh pelanggan untuk bisa mengakses layanan atau produk pada sebuah platform berdasarkan periode waktu tertentu. Misalnya, pengguna berlangganan majalah untuk 3 bulan dengan biaya sekian agar mendapat edisi terbaru dari majalah secara rutin melalui e-mail. Contoh layanan konten yang menggunakannya, yakni Netflix, VIU, dan Spotify.
3. Sales Revenue Model
Sales adalah model
pendapatan yang paling umum. Keuntungan berasal dari penjualan produk atau
layanan, penjual berupaya untuk menjangkau pelanggan yang lebih luas melalui
internet dibandingkan dengan toko fisik atau offline. Dalam hal ini, dasarnya
adalah setiap bisnis yang beroperasi secara online akan menggunakan model
pendapatan ini.
Contohnya adalah perusahaan yang menjual
produk secara online melalui satu platform, seperti Amazon dan Etsy. Pendekatan semacam ini
telah menciptakan gaya bisnis yang unik, yakni berdasarkan katalog yang
tersedia pada web.
4. Transaction Fee Revenue
Model
Model ini mendorong pendapatan dengan membebankan biaya
setiap transaksi yang terjadi melalui layanan pembayaran, gunanya untuk
meningkatkan eksekusi transaksi. Jadi, perusahaan menyediakan layanan yang
memungkin pengguna melakukan transaksi untuk berbagai kepentingan.
Misalnya,
eBay yang menerima sejumlah biaya transaksi dari penjual yang sukses menjual
dagangannya. Contoh lainnya adalah PayPal yang membebankan biaya transaksi
kepada penjual produk usai pembeli menyelesaikan transaksi.
5. Affiliate Revenue Model
Dalam model ini bisnis memperoleh pendapatan dengan cara
mempromosikan dan menjual produk orang lain. Penjual dan situs e-commerce berkolaborasi untuk mengiklankan dan
menjual produk dengan harga rujukan atau persentase pendapatan.
Setelah
itu, situs web afiliasi akan mengarahkan pengguna ke situs web lainnya sebagai
imbalan untuk persentase pendapatan dari hasil penjualan. Jadi, konsepnya
adalah pembagian pendapatan dan saling memberikan keuntungan.
Berikut contoh untuk Model Bisnis dan Model Pendapatan pada sebuah bisnis :
Contoh
Model Bisnis Perusahaan
Mayoritas dari Anda, khususnya millennial, tentu sudah tidak asing lagi dengan aplikasi Netflix. Netflix adalah salah satu contoh model bisnis perusahaan yang mengandalkan biaya langganan keluaran pengguna sebagai sumber pendapatan.
Selain
itu, contoh model bisnis perusahaan eCommerce akan
sering Anda temukan hingga saat ini. Mulai dari Shopee hingga Tokopedia
merupakan contoh dari eCommerce yang populer dan marak digunakan.
Contoh
Model Pendapatan Perusahaan
Contohnya adalah perusahaan yang menjual
produk secara online melalui satu platform, seperti Amazon dan Etsy. Pendekatan semacam ini telah menciptakan gaya bisnis yang
unik, yakni berdasarkan katalog yang tersedia pada web.
Sekian blog yang saya tulis, atas perhatiannya saya ucapkan Terima Kasih.
Komentar
Posting Komentar